TAKDIR

Didalam konsep tentang ‘Takdir’ memang tidak dapat dipisahkan dari otoritas Tuhan yang Maha segalanya. Namun dalam takdir itu sendiri minimal harus mencakup 2 hal tentang ke-Maha-an Tuhan yang ironisnya saling bertentangan, yaitu tentang Tuhan yang Maha mengetahui dan Tuhan yang Maha adil. Mungkin sebagian besar orang setuju dengan pendapat bahwa takdir itu sudah ada ditangan-NYA. Tentang jodoh, umur (kelahiran-kematian) bahkan mungkin juga rejeki manusia sudah ditentukan oleh Tuhan.

 

Tuhan Maha Mengetahui..

            Sebagai salah satu dari sifat-NYA memberikan hak yang tak terbatas kepada-NYA untuk mengetahui tentang segala hal apapun di jagad raya ini. Dia-lah yang mengetahui sekaligus penentu kapan alam raya ini terbentuk dan kapan akan musnah, kapan seseorang akan lahir dan kapan akan mati, tentang siapa jodoh seseorang atau berapa kali dia akan menikah selama hidup, dan tentang segala sesuatunya dalam kehidupan ini.

            Namun ada satu pertanyaan yang saya mengajak untuk coba kita renungkan secara mendalam..

Apakah anda percaya, bahwa dahulu sebelum anda dilahirkan ke muka bumi ini atau bahkan mungkin sebelum bumi ini terbentuk, Tuhan sudah tahu persis apa yang sedang anda lakukan saat ini?..

Atau apakah anda percaya, bahwa Tuhan sudah terlebih dahulu tahu persis apa yang akan anda lakukan bahkan apa yang akan anda pikirkan setelah ini, esok hari, atau 10 tahun kemudian?..

Atau apakah anda percaya, bahwa Tuhan sudah mengetahui dengan pasti bahwa nanti di akhirat anda tergolong ahli surga atau neraka? Atau berapa lama seseorang akan disksa dahulu di neraka sebelum akhirnya masuk surga?..

            Tentu kita akan dengan tegas menjawab ‘percaya’ jika memang kita meyakini bahwa Tuhan Maha Mengetahui. Lantas jika sudah seperti itu apa bedanya kita dengan robot? yang setiap detik bahkan tiap titik dalam kehidupan kita sudah terprogram dan ditentukan arahnya. Lalu kemudian pada saat kapan kita diberi hak untuk memilih menentukan nasib kita sendiri? jika jalan lahir-hidup-mati sampai dihidupkannya kembali tiap-tiap manusia sudah tercatat dan ter-plot-kan dari A sampai Z.

 

Tuhan Maha adil..

            Dalam garis besar sebagai seorang hamba, kita diberi hak dan kewajiban yang sama dalam menentukan arah dan menjalankan proses kehidupan. Lalu kemudian Tuhan mencatat dan membalas semua amal perbuatan yang sudah kita lakukan. Jika memang seperti itu, berati Tuhan memang adil. Namun jika kita merujuk kembali pada konsepsi tentang ‘Tuhan maha mengetahui’ diatas, maka konsepsi tentang ‘Tuhan maha adil’ akan menjadi rancu, bahkan sangat bertolak belakang.

            Jika Tuhan memang maha adil, maka seharusnya Dia tidak boleh maha mengetahui..Namun jika memang Tuhan maha mengetahui, lalu dimana letak keadilan Tuhan..?

 

            Sebagai seorang hamba yang beragama dan beriman tentu wajib hukumnya untuk percaya bahwa Tuhan pasti maha segalanya (termasuk maha mengetahui dan maha adil).

 

Nah…that’s my topic..

Barangkali ada temen2 yg punya konsep tentang TAKDIR…

Satu Tanggapan ke “TAKDIR”

  1. ............. Berkata:

    kurang banyak boz….penasaran neh!!

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.